Di sebuah bar yang baru saja dibuka di kota kecil, dua orang lama yang sudah tidak berjumpa sejak dua tahun lalu kembali bertemu. Mereka ialah Kakeru, seorang lelaki yang dulu terkenal sebagai seorang pemain bola basket, dan juga seorang kawan lama yang sekarang menjadi seorang barista. Kakeru terkejut melihat perubahan besar dalam diri kawan lamanya, yang kini terlihat seperti seorang "gyaru" yang sangat menarik.
Mereka berbicara tentang masa lalu, tentang masa ketika mereka masih bersama di dalam tim basket, tentang kehidupan sekarang, dan juga tentang kenangan-kenangan yang mereka tinggalkan. Kakeru terkejut melihat kawan lamanya kini lebih tinggi dan lebih kuat, bahkan kini menjabat sebagai seorang "center" di tim basket. Mereka berbicara, tertawa, dan bahkan meminum minuman beralkohol bersama, seperti biasa mereka lakukan ketika mereka masih remaja.
Perlahan, suasana menjadi lebih hangat. Mereka berbicara tentang masa depan, tentang kehidupan yang mungkin akan mereka lalui, dan tentang keinginan untuk kembali bersama. Kakeru terlihat sedikit gugup, tetapi ia tetap berusaha menutupi perasaannya. Dari senyum, hingga pandangan mata yang mesra, semuanya menunjukkan bahwa hubungan mereka belum pernah hilang.
Kemudian, mereka berbicara tentang masa lalu, tentang masa ketika mereka masih bersama di dalam tim basket, tentang kehidupan sekarang, dan juga tentang kenangan-kenangan yang mereka tinggalkan. Kakeru terkejut melihat perubahan besar dalam diri kawan lamanya, yang kini terlihat seperti seorang "gyaru" yang sangat menarik.
Mereka berbicara tentang masa lalu, tentang masa ketika mereka masih bersama di dalam tim basket, tentang kehidupan sekarang, dan juga tentang kenangan-kenangan yang mereka tinggalkan. Kakeru terkejut melihat perubahan besar dalam diri kawan lamanya, yang kini terlihat seperti seorang "gyaru" yang sangat menarik.
Perlahan, suasana menjadi lebih hangat. Mereka berbicara tentang masa depan, tentang kehidupan yang mungkin akan mereka lalui, dan tentang keinginan untuk kembali bersama. Kakeru terlihat sedikit gugup, tetapi ia tetap berusaha menutupi perasaannya. Dari senyum, hingga pandangan mata yang mesra, semuanya menunjukkan bahwa hubungan mereka belum pernah hilang.
Kemudian, mereka berbicara tentang masa lalu, tentang masa ketika mereka masih bersama di dalam tim basket, tentang kehidupan sekarang, dan juga tentang kenangan-kenangan yang mereka tinggalkan. Kakeru terkejut melihat perubahan besar dalam diri kawan lamanya, yang kini terlihat seperti seorang "gyaru" yang sangat menarik.