Dalam sebuah apartmen yang hangat, hubungan antara seorang ibu dan anak lelaki yang sudah dewasa terasa penuh kehangatan dan ketegangan. Ibu yang dikenal sebagai "母さん" dan "お母さん" seringkali menjadi pusat perhatian dalam kehidupan anak lelaki ini, yang baru saja memulai kehidupan seorang diri di universitas. Setiap hari, ia pulang ke rumah, dan setiap kali ia pulang, kehangatan yang tercipta antara ibu dan anak selalu terasa begitu menggoda.
Pada suatu hari, setelah pulang dari kampus, anak lelaki itu langsung terburu-buru menghampiri ibunya. Ia ingin segera menikmati momen intim yang selalu ia tunggu. Ibu yang sudah terbiasa dengan kebiasaan anaknya itu pun tak menolak, meski ia juga sedikit merasa kewalahan karena harus terus memenuhi keinginan anaknya yang tak pernah berhenti. Di antara kehangatan dan keintiman mereka, terdapat juga ketegangan, karena ibu juga ingin menikmati waktu bersama dengan anak lelaki itu tanpa gangguan.
Tapi, ketegangan itu pun tak selalu terjadi. Setiap kali mereka bersama, keintiman yang tercipta antara mereka terasa begitu sempurna. Mereka saling menikmati, saling menggoda, dan terkadang bahkan tak bisa menahan diri untuk tidak menikmati momen-momen yang tercipta. Ibu pun tak bisa menolak kehangatan yang tercipta antara mereka. Ia tahu, meskipun anak lelaki itu sudah dewasa, ia tetap membutuhkan kehangatan ibu, dan ibu pun juga merasa bahagia bisa memberikan kehangatan itu.
Tapi, ketegangan pun tak selalu hilang begitu saja. Ketika ayah mereka datang, kehangatan antara ibu dan anak pun terganggu. Ia pun harus menahan diri, karena ayah mereka juga ingin menikmati kebersamaan mereka. Namun, meski ada ketegangan itu, keintiman antara ibu dan anak tetap terjaga, dan mereka pun tetap saling menikmati momen-momen intim yang selalu tercipta setiap hari.